Dude Harlino(3i) dan Naysilla Mirdad (24) are back! Ya, DuNay-sebutan duet maut Dude dan Nay - kembali dipasangkan dalam sinetron terbaru RCTI berjudul Dewa (sebelumnya berjudul Cinta dan Kesetiaan). Sebelumnya, mereka sukses menghipnotis DuNay Lovers - sebutan buat komunitas penggemar DuNay -dalam sinetron Intan, Cahaya,Aqso dan Madina, Cinta dan Karunia, dan Dia Jantung Hatiku.
Bagi duet ini, dipertemukan kembali dalam sebuah sinetron merupakan berkah."Kalau memang ini bisa mengobati kangen penggemar kami,ya alhamdulillah. Bagaimana pun kebijakan untuk menentukan siapa lawan main kami itu urusan roduser. Dipasangkan dengan siapa pun,saya selalu siap," buka Dude,cowok kalem berzodiak Sagitarius ini, di lokasi syuting Dewa di kawasan Rasar Minggu,Jakarta.
Intan dan Cahaya menjadi bukti kedahsyatan chemistry mereka. Apa pun karakter Nay dalam sebuah sinetron, kurang lengkap rasanya tanpa kehadiran Dude sebagai lawan mainnya. Pun begitu sebaliknya. "Selain sudah kenal lama, kami sudah tahu cara bekerja dan karakter masing-masing. Di luar lokasi syuting, kami juga berteman baik,saling mendukung. Tapi tetap saling menghargai privasi dan kehidupan masing-masing. Kamu ada masalah? Hehehe," kata Nay.seraya melirik Dude dengan penuh arti.
Dude mendukung pernyataan Nay. "Ya, secara personal, kami sudah saling mengenal cukup lama. Bahkan, sudah jadi sahabat. Dulu, sering curhat segala macam juga. Jadi, tidak terlalu sulit beradaptasi di sini (sinetron Dewa). Yang membedakan, kalau sebelumnya status tokoh saya lebih kaya daripada Nay, sekarang saya jadi sopirnya. Jadi sopir sebenarnya enggak masalah, tapi jadi sopirnya Nay inilah yang agak repot, hehehe. Majikannya cerewet banget," ceplos Dude terkekeh.
Berperan sebagai Dewa, Nay dituntut tomboi dan cuek. Apalagi Nay juga harus bisa naik motor trail. "Ini tantangan buat saya melakukan sesuatu yang berbeda. Untungnya saya banyak dibantu sutradara dan pemain lain. Mereka semua memotivasi saya buat tampil bagus," sambung Nay lugas. Dude menilai, Nay cepat beradaptasi dengan tuntutan karakternya. "Saya belum pernah melihat Nay dengan karakter seperti itu.Awalnya,sih kelihatan grogi.Tapi, mulai episode ke-2 dan seterusnya dia sudah bisa (beradaptasi)," puji Dude.
Dude sendiri dikisahkan sebagai Sakti,yang ditinggalkan di depan rumah Dewa oleh orangtuanya saat kecil. la lalu dibesarkan dan dididik orangtua Dewa,hingga menjadi sopir Dewa. Diam-diam Sakti memendam perasaan cinta pada Dewa. Karena perbedaan status sosial, Sakti belum berani menyatakan cintanya. Padahal, Dewa juga nyaman dengan Sakti. Pastinya Sakti juga harus bersaihg dengan cowok lain untuk memenangkan hati Dewa. Walaupun ceritanya masih berkutat pada anak hilang (Dewa terpisah dari ayah kandungnya yang diperankan Ponco Buwono),duet ini tak dapat dipungkiri masih ampuh. Terbukti pada hari pertama tayang, Dewa bercokol di peringkat lima besar dengan rating 3,9 dan share 16,8.
RAHASIA NAYSILLA
Kelanjutan cerita Dewa patut ditunggu. Dewa bisa menjadi alternatif tontonan sinetron RCTI yang masih betah menayangkan Putri Yang Ditukar (PYD) dan Anuqerah. Tidak ada alasan Dewa tidak sukses. Chemistry DuNay terbangun sempurna. Ditambah lagi dukungan bintang-bintang lain, macam Baim Wong, Aura Kasih, Arifin Putra, Ferry Irawan,dan Alice Norin yang sewajarnya bisa menjadikan Dewa sebagai sinetron berkualitas. "Chemistry Dude dan Nay memang hebat banget. Saya suka merinding sendiri melihat mereka," puji sang sutradara.
Tak dapat dipungkiri dukungan kekasih Dude, Asmirandah, berperan besar terhadap totalitas akting Dude. Andah tidak cemburujika Dude harus beradegan mesra dengan Nay. "Saya dan Andah sangat saling memahami. Saling memberikan support. Apalagi kami terjun ke profesi yang sama. Jadi bisa membedakan mana pekerjaan, mana kehidupan pribadi," kata Dude, yang telah sepuluh bulan berpacaran dengan Andah. Nay juga mendapat dukungan dari orang-orang terdekatnya. Orangtuanya bahkan kagum Nay berani naik motor trail."Naik motor trail,tapi ditarik pakai troli, hehehe. Ketahuan, deh rahasianya," bocor Nay dengan nada manja."Tapi walaupun ditarik troli, rasanya tetap deg-degan," imbuhnya.
Nayjuga harus gontok-gontokan dengan preman dan kerap melampiaskan kekesalan dengan memukul sansak sekuat tenaga. "Seru! Ini pengalaman baru buatku," ceplos Nay,yang memiliki butikdi sebuah maldi Jakarta. Jadi, buat DuNay Lovers, semoga Dewa membuat kalian terpuaskan.
Bagi duet ini, dipertemukan kembali dalam sebuah sinetron merupakan berkah."Kalau memang ini bisa mengobati kangen penggemar kami,ya alhamdulillah. Bagaimana pun kebijakan untuk menentukan siapa lawan main kami itu urusan roduser. Dipasangkan dengan siapa pun,saya selalu siap," buka Dude,cowok kalem berzodiak Sagitarius ini, di lokasi syuting Dewa di kawasan Rasar Minggu,Jakarta.
Intan dan Cahaya menjadi bukti kedahsyatan chemistry mereka. Apa pun karakter Nay dalam sebuah sinetron, kurang lengkap rasanya tanpa kehadiran Dude sebagai lawan mainnya. Pun begitu sebaliknya. "Selain sudah kenal lama, kami sudah tahu cara bekerja dan karakter masing-masing. Di luar lokasi syuting, kami juga berteman baik,saling mendukung. Tapi tetap saling menghargai privasi dan kehidupan masing-masing. Kamu ada masalah? Hehehe," kata Nay.seraya melirik Dude dengan penuh arti.
Dude mendukung pernyataan Nay. "Ya, secara personal, kami sudah saling mengenal cukup lama. Bahkan, sudah jadi sahabat. Dulu, sering curhat segala macam juga. Jadi, tidak terlalu sulit beradaptasi di sini (sinetron Dewa). Yang membedakan, kalau sebelumnya status tokoh saya lebih kaya daripada Nay, sekarang saya jadi sopirnya. Jadi sopir sebenarnya enggak masalah, tapi jadi sopirnya Nay inilah yang agak repot, hehehe. Majikannya cerewet banget," ceplos Dude terkekeh.
Berperan sebagai Dewa, Nay dituntut tomboi dan cuek. Apalagi Nay juga harus bisa naik motor trail. "Ini tantangan buat saya melakukan sesuatu yang berbeda. Untungnya saya banyak dibantu sutradara dan pemain lain. Mereka semua memotivasi saya buat tampil bagus," sambung Nay lugas. Dude menilai, Nay cepat beradaptasi dengan tuntutan karakternya. "Saya belum pernah melihat Nay dengan karakter seperti itu.Awalnya,sih kelihatan grogi.Tapi, mulai episode ke-2 dan seterusnya dia sudah bisa (beradaptasi)," puji Dude.
Dude sendiri dikisahkan sebagai Sakti,yang ditinggalkan di depan rumah Dewa oleh orangtuanya saat kecil. la lalu dibesarkan dan dididik orangtua Dewa,hingga menjadi sopir Dewa. Diam-diam Sakti memendam perasaan cinta pada Dewa. Karena perbedaan status sosial, Sakti belum berani menyatakan cintanya. Padahal, Dewa juga nyaman dengan Sakti. Pastinya Sakti juga harus bersaihg dengan cowok lain untuk memenangkan hati Dewa. Walaupun ceritanya masih berkutat pada anak hilang (Dewa terpisah dari ayah kandungnya yang diperankan Ponco Buwono),duet ini tak dapat dipungkiri masih ampuh. Terbukti pada hari pertama tayang, Dewa bercokol di peringkat lima besar dengan rating 3,9 dan share 16,8.
RAHASIA NAYSILLA
Kelanjutan cerita Dewa patut ditunggu. Dewa bisa menjadi alternatif tontonan sinetron RCTI yang masih betah menayangkan Putri Yang Ditukar (PYD) dan Anuqerah. Tidak ada alasan Dewa tidak sukses. Chemistry DuNay terbangun sempurna. Ditambah lagi dukungan bintang-bintang lain, macam Baim Wong, Aura Kasih, Arifin Putra, Ferry Irawan,dan Alice Norin yang sewajarnya bisa menjadikan Dewa sebagai sinetron berkualitas. "Chemistry Dude dan Nay memang hebat banget. Saya suka merinding sendiri melihat mereka," puji sang sutradara.
Tak dapat dipungkiri dukungan kekasih Dude, Asmirandah, berperan besar terhadap totalitas akting Dude. Andah tidak cemburujika Dude harus beradegan mesra dengan Nay. "Saya dan Andah sangat saling memahami. Saling memberikan support. Apalagi kami terjun ke profesi yang sama. Jadi bisa membedakan mana pekerjaan, mana kehidupan pribadi," kata Dude, yang telah sepuluh bulan berpacaran dengan Andah. Nay juga mendapat dukungan dari orang-orang terdekatnya. Orangtuanya bahkan kagum Nay berani naik motor trail."Naik motor trail,tapi ditarik pakai troli, hehehe. Ketahuan, deh rahasianya," bocor Nay dengan nada manja."Tapi walaupun ditarik troli, rasanya tetap deg-degan," imbuhnya.
Nayjuga harus gontok-gontokan dengan preman dan kerap melampiaskan kekesalan dengan memukul sansak sekuat tenaga. "Seru! Ini pengalaman baru buatku," ceplos Nay,yang memiliki butikdi sebuah maldi Jakarta. Jadi, buat DuNay Lovers, semoga Dewa membuat kalian terpuaskan.
Sumber : Sinemart
Hari Tayang : Setiap Hari
Jam : 18:00
di RCTI
DEWA (Naysilla Mirdad), adalah gadis tomboy, yang dibesarkan seperti anak laki-laki oleh kedua orang tua angkatnya, GITA (Cindy Fatikasari) dan RUSLI (Tengku Firmansyah). Sedangkan DIANDRA (Aura Kasih), kakak angkatnya adalah wanita yang lebih feminin dan lemah lembut.
Dewa yang sebenarnya bernama Kania menjadi bagian dari keluarga Rusli dan Gita, setelah pasangan itu kehilangan anak lelakinya, Dewa. Karena ditinggalkan ayah kandungnya, Dewa pun tidak berkeberatan dipanggil Dewa dan dididik serta didandani seperti lelaki. Sedangkan Diandra lebih beruntung karena dia hanya perlu menjadi dirinya sendiri, oleh karena itu ia menjadi gadis yang patuh pada kedua orang tuanya.
Diandra pun tidak kuasa menolak ketika ayahnya menunangkannya dengan YUDHA (Arifin Putra), pengusaha tampan anak rekan usaha Rusli, walaupun hatinya lebih tertuju pada TAMA (Baim Wong) yang tidak lain adalah adik Yudha.
Ternyata Dewa pun mencintai Tama, karena sikap Tama yang bisa menghiburnya dikala Dewa merasa sedih karena teringat ayah kandungnya. Sedangkan Tama yang hati dan pikirannya terlanjur tertuju pada Diandra tidak menyadari itu.
Teman yang setia mendampingi Dewa di kala sepi dan sedih adalah Sakti (Dude Harlino), teman masa kecilnya yang tak lain adalah supir keluarganya. Mereka hidup bersama-sama sedari kecil. Tanpa Dewa sadari, Sakti sangat menyayangi Dewa, tetapi karena status sosialnya, ia pun tidak bisa berharap banyak. Berada di samping Dewa dan bisa menjaga Dewa adalah suatu kebahagiaan luar biasa bagi Sakti.
Lambat laun, kebaikan hari Sakti membuat Dewa merasa ia adalah wanita yang istimewa, bukan wanita tomboy dan yang selama ini orang lihat. Tetapi Dewa tidak bisa memungkiri bahwa dirinya sangat mencintai Tama.
Bagaimanakah kelanjutan kisah kehidupan Dewa?..
DEWA (Naysilla Mirdad), adalah gadis tomboy, yang dibesarkan seperti anak laki-laki oleh kedua orang tua angkatnya, GITA (Cindy Fatikasari) dan RUSLI (Tengku Firmansyah). Sedangkan DIANDRA (Aura Kasih), kakak angkatnya adalah wanita yang lebih feminin dan lemah lembut.
Dewa yang sebenarnya bernama Kania menjadi bagian dari keluarga Rusli dan Gita, setelah pasangan itu kehilangan anak lelakinya, Dewa. Karena ditinggalkan ayah kandungnya, Dewa pun tidak berkeberatan dipanggil Dewa dan dididik serta didandani seperti lelaki. Sedangkan Diandra lebih beruntung karena dia hanya perlu menjadi dirinya sendiri, oleh karena itu ia menjadi gadis yang patuh pada kedua orang tuanya.
Diandra pun tidak kuasa menolak ketika ayahnya menunangkannya dengan YUDHA (Arifin Putra), pengusaha tampan anak rekan usaha Rusli, walaupun hatinya lebih tertuju pada TAMA (Baim Wong) yang tidak lain adalah adik Yudha.
Ternyata Dewa pun mencintai Tama, karena sikap Tama yang bisa menghiburnya dikala Dewa merasa sedih karena teringat ayah kandungnya. Sedangkan Tama yang hati dan pikirannya terlanjur tertuju pada Diandra tidak menyadari itu.
Teman yang setia mendampingi Dewa di kala sepi dan sedih adalah Sakti (Dude Harlino), teman masa kecilnya yang tak lain adalah supir keluarganya. Mereka hidup bersama-sama sedari kecil. Tanpa Dewa sadari, Sakti sangat menyayangi Dewa, tetapi karena status sosialnya, ia pun tidak bisa berharap banyak. Berada di samping Dewa dan bisa menjaga Dewa adalah suatu kebahagiaan luar biasa bagi Sakti.
Lambat laun, kebaikan hari Sakti membuat Dewa merasa ia adalah wanita yang istimewa, bukan wanita tomboy dan yang selama ini orang lihat. Tetapi Dewa tidak bisa memungkiri bahwa dirinya sangat mencintai Tama.
Bagaimanakah kelanjutan kisah kehidupan Dewa?..
Tahun ini bisa jadi tahun kesuksesan aktor Arifin Putra. Tiga judul film berhasil di-rampungkan pria kelahiran Jerman, 1 Mei 1987 itu. Diantaranya, Batas, Merah Putih 3 : Hati Merdeka dan Badai Diujung Negeri.
Sebelumnya, dia telah membuku-kan dua judul film yaitu Lost in Love (2008) dan Rumah Dara (2010).
Tahun ini, pemilik nama lengkap Putra Arifin Scheunemann ini me-nyapa penggemarnya lewat sinetron berjudul Dewa yang tayang setiap hari di RCTI. Sebelumnya, empat tahun lalu, Arifin beraksi di sine-tron Mawar.
Jika dilihat dari data di atas, terli-hat bahwa Arifin kurang produktif di dunia sinetron. Arifin membenarkan hal itu. "Sebenarnya sudah lama aku ditawari main sinetron tapi waktunya bentrok dengan film. Agak kesulitan mengatur waktu," kata Arifin ketika ditemui di lokasi syuting Dewa, pekan lalu.
Arifin tidak main-main berkarir di dunia akting. Dia ingin mewujudkan ambisinya sebagai aktor berstandar internasional, seperti Christine Ha¬kim. "Aku pengen seperti beliau," beber cowok yang menguasai bahasa Jerman, Indonesia, Inggris dan Perancis itu.
Jika tidak ada aral melintang, kesempatan tersebut akan diraih Arifin. Sayang putra kedua pasangan Axel Werner Andreas Scheunemann dan Joyce Sunandar ini belum mau ber-cerita banyak tentang proyek inter-nationalnya itu.
Sebenarnya Arifin tidak pernah mimpi jadi aktor. "Dulu keinginan aku cuma satu, jadi orang kaya dan pe-ngen punya pabrik mobil yang ramah lingkungan," kata Arifin.
Meski tidak memiliki cita-cita sebagai aktor, di sekolah dasar Arifin gencar mengikuti perhelatan teater di sekolahnya. Ibunya yang mendorong Arifin berakting karena melihat bakat dia di seni peran yang suka memerankan ulang adegan favorit dari film-film kesayangannya.
Hingga akhirnya tanpa sengaja kekasting, dia justru ditawari menjad model dan figuran iklan.
Dia menjadi figuran untuk iklan makanan cepat saji. Tahun 2000 itu-lah pertama kali dia berhadapan dengan dunia hiburan.
"Selesai kerja dapat amplop. Ketika itu, di usia aku yang baru 13 tahun, dapat honor 250 ribu sudah lumayan banget. Honor itu langsung aku belikan celana baru," kenangnya.
Pekerjaan pertama itu membuat Arifin ketagihan menjadi model dan akhirnya mengikuti sebuah kompetisi pencarian model majalah remaja dan berhasil menjadi finalis.
Agar bisa fokus dan terarah, dia mulai masuk managemen artis. Pili-han Arifin tepat. Sejak masuk sebuah manajemen artis, Arifin mulai menda-patkan job sebagai bintang iklan yang kemudian merambah sinetron.
Meski sudah berpengalaman di depan kamera, saat menjalani syuting pertama, Arifin mengaku sempat merasakan grogi. "Kakiku sampai gemeteran Iho," ujarnya.
Dia semakin grogi saat sutradara memberikan instruksi tentang istilah-istilah yang digunakan saat pengam-bilan gambar. "Aku dikasih arahan out frame, in frame, cut, dan Iain-Iain. Aku bingung karena sama sekali nggak ngerti dengan omongan itu," kenang Arifin.
Wajahnya kian familiar karena dia membintangi video klip lagu Kisah Kasih Di Sekolah yang dinyanyikan Chrisye.
Lewat lagu itu juga Arifin berkesempatan membintangi sinetron dengan judul yang sama. "Puji Tuhan sinetron aku diterima sangat baik oleh pemirsa televisi dan aku mulai dikenal sebagai aktor," katanya.
Untuk menambah ilmu aktingnya, tahun 2004 Arifin bergabung di Sakti Aktor Studio mengambil kelas akting dengan arahan Eka D. Sitorus.
Di tempat itu, dia mulai belajar dan memahami arti berakting secara benar. "Sebelumnya aku akting untuk pekerjaan sekaligus menambah Uang saku. Sejak mengerti makna akting, aku memantapkan diri diri jadi aktor," kata Arifin •
Sebelumnya, dia telah membuku-kan dua judul film yaitu Lost in Love (2008) dan Rumah Dara (2010).
Tahun ini, pemilik nama lengkap Putra Arifin Scheunemann ini me-nyapa penggemarnya lewat sinetron berjudul Dewa yang tayang setiap hari di RCTI. Sebelumnya, empat tahun lalu, Arifin beraksi di sine-tron Mawar.
Jika dilihat dari data di atas, terli-hat bahwa Arifin kurang produktif di dunia sinetron. Arifin membenarkan hal itu. "Sebenarnya sudah lama aku ditawari main sinetron tapi waktunya bentrok dengan film. Agak kesulitan mengatur waktu," kata Arifin ketika ditemui di lokasi syuting Dewa, pekan lalu.
Arifin tidak main-main berkarir di dunia akting. Dia ingin mewujudkan ambisinya sebagai aktor berstandar internasional, seperti Christine Ha¬kim. "Aku pengen seperti beliau," beber cowok yang menguasai bahasa Jerman, Indonesia, Inggris dan Perancis itu.
Jika tidak ada aral melintang, kesempatan tersebut akan diraih Arifin. Sayang putra kedua pasangan Axel Werner Andreas Scheunemann dan Joyce Sunandar ini belum mau ber-cerita banyak tentang proyek inter-nationalnya itu.
Sebenarnya Arifin tidak pernah mimpi jadi aktor. "Dulu keinginan aku cuma satu, jadi orang kaya dan pe-ngen punya pabrik mobil yang ramah lingkungan," kata Arifin.
Meski tidak memiliki cita-cita sebagai aktor, di sekolah dasar Arifin gencar mengikuti perhelatan teater di sekolahnya. Ibunya yang mendorong Arifin berakting karena melihat bakat dia di seni peran yang suka memerankan ulang adegan favorit dari film-film kesayangannya.
Hingga akhirnya tanpa sengaja kekasting, dia justru ditawari menjad model dan figuran iklan.
Dia menjadi figuran untuk iklan makanan cepat saji. Tahun 2000 itu-lah pertama kali dia berhadapan dengan dunia hiburan.
"Selesai kerja dapat amplop. Ketika itu, di usia aku yang baru 13 tahun, dapat honor 250 ribu sudah lumayan banget. Honor itu langsung aku belikan celana baru," kenangnya.
Pekerjaan pertama itu membuat Arifin ketagihan menjadi model dan akhirnya mengikuti sebuah kompetisi pencarian model majalah remaja dan berhasil menjadi finalis.
Agar bisa fokus dan terarah, dia mulai masuk managemen artis. Pili-han Arifin tepat. Sejak masuk sebuah manajemen artis, Arifin mulai menda-patkan job sebagai bintang iklan yang kemudian merambah sinetron.
Meski sudah berpengalaman di depan kamera, saat menjalani syuting pertama, Arifin mengaku sempat merasakan grogi. "Kakiku sampai gemeteran Iho," ujarnya.
Dia semakin grogi saat sutradara memberikan instruksi tentang istilah-istilah yang digunakan saat pengam-bilan gambar. "Aku dikasih arahan out frame, in frame, cut, dan Iain-Iain. Aku bingung karena sama sekali nggak ngerti dengan omongan itu," kenang Arifin.
Wajahnya kian familiar karena dia membintangi video klip lagu Kisah Kasih Di Sekolah yang dinyanyikan Chrisye.
Lewat lagu itu juga Arifin berkesempatan membintangi sinetron dengan judul yang sama. "Puji Tuhan sinetron aku diterima sangat baik oleh pemirsa televisi dan aku mulai dikenal sebagai aktor," katanya.
Untuk menambah ilmu aktingnya, tahun 2004 Arifin bergabung di Sakti Aktor Studio mengambil kelas akting dengan arahan Eka D. Sitorus.
Di tempat itu, dia mulai belajar dan memahami arti berakting secara benar. "Sebelumnya aku akting untuk pekerjaan sekaligus menambah Uang saku. Sejak mengerti makna akting, aku memantapkan diri diri jadi aktor," kata Arifin •
Sumber : Sinemart
Sinopsis Sinetron Dewa Di RCTI - Sinetron Terbaru Naysilla Mirdad, Aura Kasih, Baim Wong dan Dude Harlino serta artis Pendukung lainnya.
Berikut Sinopsisnya Sinetron Dewa RCTI
Setiap hari, Pukul 18.15 WIB
Pemain : DEWA (Naysilla Mirdad), GITA (Cindy Fatikasari),RUSLI (Tengku Firmansyah), DIANDRA (Aura Kasih), YUDHA (Arifin Putra), TAMA (Baim Wong) dan Sakti (Dude Harlino)
DEWA (Naysilla Mirdad), adalah gadis tomboy,yang dibesarkan seperti anak laki-laki oleh kedua orang tua angkatnya, GITA (Cindy Fatikasari) dan RUSLI (Tengku Firmansyah). Sedangkan DIANDRA (Aura Kasih), kakak angkatnya adalah wanita yang lebih feminin dan lemah lembut.
Dewa yang sebenarnya bernama Kania menjadi bagian dari keluarga Rusli dan Gita, setelah pasangan itu kehilangan anak lelakinya, Dewa. Karena ditinggalkan ayah kandungnya, Dewa pun tidak berkeberatan dipanggil Dewa dan dididik serta didandani seperti lelaki. Sedangkan Diandra lebih beruntung karena dia hanya perlu menjadi dirinya sendiri, oleh karena itu ia menjadi gadis yang patuh pada kedua orang tuanya.
Diandra pun tidak kuasa menolak ketika ayahnya menunangkannya dengan YUDHA (Arifin Putra), pengusaha tampan anak rekan usaha Rusli, walaupun hatinya lebih tertuju pada TAMA (Baim Wong) yang tidak lain adalah adik Yudha.
Ternyata Dewa pun mencintai Tama, karena sikap Tama yang bisa menghiburnya dikala Dewa merasa sedih karena teringat ayah kandungnya. Sedangkan Tama yang hati dan pikirannya terlanjur tertuju pada Diandra tidak menyadari itu.
Teman yang setia mendampingi Dewa di kala sepi dan sedih adalah Sakti (Dude Harlino), teman masa kecilnya yang tak lain adalah supir keluarganya. Mereka hidup bersama-sama sedari kecil. Tanpa Dewa sadari, Sakti sangat menyayangi Dewa, tetapi karena status sosialnya, ia pun tidak bisa berharap banyak. Berada di samping Dewa dan bisa menjaga Dewa adalah suatu kebahagiaan luar biasa bagi Sakti.
Lambat laun, kebaikan hari Sakti membuat Dewa merasa ia adalah wanita yang istimewa, bukan wanita tomboy dan yang selama ini orang lihat. Tetapi Dewa tidak bisa memungkiri bahwa dirinya sangat mencintai Tama.
Bagaimanakah kelanjutan kisah kehidupan Dewa?..
Ibu ,,,.!
Mungkin aku tidak pernah bisa membalas semua jasa - jasamu terhadapku ..
Kau memberikanku hidup
Kau telah menjagaku dengan penuh kasih sayang
Kau telah mengajariku tentang kasih sayang ,,
Kasih sayang yang hanya dipersembahkan untukku
Terimakasih Ibu aku tidak akan pernah bisa membalas semua jasa - jasamu terhadapku
Karena aku adalah hidup dan matimu
Outher : 7`s