Arifin Putra : Honor pertama untuk beli celana

Posted by ™[A]GOY-RAST[A]™ On Sabtu, 22 Oktober 2011 1 komentar
Tahun ini bisa jadi tahun kesuksesan aktor Arifin Putra. Tiga judul film berhasil di-rampungkan pria kelahiran Jerman, 1 Mei 1987 itu. Diantaranya, Batas, Merah Putih 3 : Hati Merdeka dan Badai Diujung Negeri.

Sebelumnya, dia telah membuku-kan dua judul film yaitu Lost in Love (2008) dan Rumah Dara (2010).

Tahun ini, pemilik nama lengkap Putra Arifin Scheunemann ini me-nyapa penggemarnya lewat sinetron berjudul Dewa yang tayang setiap hari di RCTI. Sebelumnya, empat tahun lalu, Arifin beraksi di sine-tron Mawar.

Jika dilihat dari data di atas, terli-hat bahwa Arifin kurang produktif di dunia sinetron. Arifin membenarkan hal itu. "Sebenarnya sudah lama aku ditawari main sinetron tapi waktunya bentrok dengan film. Agak kesulitan mengatur waktu," kata Arifin ketika ditemui di lokasi syuting Dewa, pekan lalu.

Arifin tidak main-main berkarir di dunia akting. Dia ingin mewujudkan ambisinya sebagai aktor berstandar internasional, seperti Christine Ha¬kim. "Aku pengen seperti beliau," beber cowok yang menguasai bahasa Jerman, Indonesia, Inggris dan Perancis itu.

Jika tidak ada aral melintang, kesempatan tersebut akan diraih Arifin. Sayang putra kedua pasangan Axel Werner Andreas Scheunemann dan Joyce Sunandar ini belum mau ber-cerita banyak tentang proyek inter-nationalnya itu.

Sebenarnya Arifin tidak pernah mimpi jadi aktor. "Dulu keinginan aku cuma satu, jadi orang kaya dan pe-ngen punya pabrik mobil yang ramah lingkungan," kata Arifin.

Meski tidak memiliki cita-cita sebagai aktor, di sekolah dasar Arifin gencar mengikuti perhelatan teater di sekolahnya. Ibunya yang mendorong Arifin berakting karena melihat bakat dia di seni peran yang suka memerankan ulang adegan favorit dari film-film kesayangannya.

Hingga akhirnya tanpa sengaja kekasting, dia justru ditawari menjad model dan figuran iklan.

Dia menjadi figuran untuk iklan makanan cepat saji. Tahun 2000 itu-lah pertama kali dia berhadapan dengan dunia hiburan.

"Selesai kerja dapat amplop. Ketika itu, di usia aku yang baru 13 tahun, dapat honor 250 ribu sudah lumayan banget. Honor itu langsung aku belikan celana baru," kenangnya.

Pekerjaan pertama itu membuat Arifin ketagihan menjadi model dan akhirnya mengikuti sebuah kompetisi pencarian model majalah remaja dan berhasil menjadi finalis.

Agar bisa fokus dan terarah, dia mulai masuk managemen artis. Pili-han Arifin tepat. Sejak masuk sebuah manajemen artis, Arifin mulai menda-patkan job sebagai bintang iklan yang kemudian merambah sinetron.

Meski sudah berpengalaman di depan kamera, saat menjalani syuting pertama, Arifin mengaku sempat merasakan grogi. "Kakiku sampai gemeteran Iho," ujarnya.

Dia semakin grogi saat sutradara memberikan instruksi tentang istilah-istilah yang digunakan saat pengam-bilan gambar. "Aku dikasih arahan out frame, in frame, cut, dan Iain-Iain. Aku bingung karena sama sekali nggak ngerti dengan omongan itu," kenang Arifin.

Wajahnya kian familiar karena dia membintangi video klip lagu Kisah Kasih Di Sekolah yang dinyanyikan Chrisye.

Lewat lagu itu juga Arifin berkesempatan membintangi sinetron dengan judul yang sama. "Puji Tuhan sinetron aku diterima sangat baik oleh pemirsa televisi dan aku mulai dikenal sebagai aktor," katanya.

Untuk menambah ilmu aktingnya, tahun 2004 Arifin bergabung di Sakti Aktor Studio mengambil kelas akting dengan arahan Eka D. Sitorus.

Di tempat itu, dia mulai belajar dan memahami arti berakting secara benar. "Sebelumnya aku akting untuk pekerjaan sekaligus menambah Uang saku. Sejak mengerti makna akting, aku memantapkan diri diri jadi aktor," kata Arifin • 

Sumber : Sinemart

1 komentar:

DPDAPDESISUMUT mengatakan...

mau juga dong sekolah akting ....

Posting Komentar